Mojokerto,15 Februari 2026
Haii....
Cerita bulan ini mungkin sangat berantakan dan ngga sesuai dengan tanggal posting ya. Tp gapapa yg penting cerita ini tetap akan ter-dokumentasikan dan ter arsip rapi meskipun dengan konsep yang amburadul hahaha wajar ya, penulis amatiran.
Jadi, setelah banyak banget pertimbangan tiba-tiba terlintas tentang masa depan yg aku tak tau akan seperti apa, kuharap setiap tulisan ku ini bisa membantu ku mengingat betapa banyak nya hal indah yg patut ku syukuri dalam hidup ku dan bisa menjadi sebuah rangkaian kenangan yg sempurna. Bahwasanya untuk menjadi diriku di versi yg saat ini, aku melewati banyak pembelajaran hidup dari setiap langkah kaki dan sudut-sudut kota yg pernah ku kunjungi. Merasakan arti sebenarnya kata "hidup", membantu ku menuntun menemukan goals baru dan membentuk visi misi hidup ku yang baru. Dengan dasar itu, terlintas untuk membuat sebuah sebuah konsep baru menulis semua kisah-kisah perjalanan yg pernah ku kunjungi dan semua pembelajaran yg mungkin bisa membantu pembaca cerita ini menemukan arti hidup dari setiap aktivitas apa yg tanpa kita sadari kita lakukan.
Topik kali ini sangat berbeda dari topik lain nya, karena in the first time nya aku mencoba yg benar-benar baru dan mungkin bisa di bilang jadi hobby baru aku di tahun 2026 ini haha. Sangat di luar dugaan, sempat ngga ada sedikitpun terpikirkan masa dulu aku akan men-challage diri ku di ketinggian. Yup, hobby baru itu adalah Canyoneering, sebuah aktivitas sport ekstrem yang menguji adrenalin dengan menuruni tebing air terjun setinggi 30 meter dari permukaan tanah. Untuk melakukan ini memang butuh persiapan mental, fisik yg cukup matang menurutku. Dan saat itu, alasan yg menjadi dasar aku memberanikan diri mengikuti canyoning adalah memaksa diriku untuk keluar dari zona nyaman ku dan mencoba pengalaman baru bercampur dengan perasaan penasaran bagi ku saat itu sangat menarik. Dimana kita harus menuruni tebing hanya dengan tali dan berhadapan langsung dengan derasnya debit air terjun yg jatuh. Bukan hal mudah pikirku saat itu, tapi melihat beberapa postingan seseorang dengan aktivitas yg sama setelah tiba di permukaan ekspresi bebas dan bahagia terasa sangat berbeda. Cukup menarik bukan
Berbicara mengenai persiapan untuk canyoning ku saat itu, kurang lebih aku menghabiskan sekitar 1 bulan untuk persiapan fisik, seperti pemanasan, lari dan juga beberapa kesempatan mengikuti pilates. Persiaapan 1 bulan menurut ku itu terlalu singkat juga sih, haha karena proses kita untuk sampe di puncak air terjun itu juga butuh tenaga yg lumayan dan ditambah lagi ketika menuruni tebing air terjun yg ngga hanya licin berlumut, kita harus berkelahi dengan derasnya debit air yg terjun langsung mengenai muka. Setelah terlibat dan merasakan secara live ternyata itulah letak serunya ikut canyoning. Semua perasaan diuji mental diuji, fisik diuji. Kuncinya ternyata adalah ketenangan yg dibutuhkan saat itu, bagaimana tidak semakin kita panik akan semakin sulit juga kita turun, sedangkan saat itu all in percaya kan semua ke diri sendiri. Meskipun ada orang dibawah yg siap membantu menarik tali untuk keseimbangan tp tetap saja kita harus mawas diri agar terhindar dari hal-hal yg tidak diinginkan. Meletakkan semua tumpuan menjadi pada kekuatan pinggang hingga kaki.
Tak sampai disitu pembelajaran yg peroleh, begitu banyak teman baru dari kota tetangga dan 1 dari beda negara yg sampai saat ini menjadi suatu anugrah bagi ku karena silaturahmi yg tak pernah terputus hingga kini. Mereka juga banyak memberiku banyak insight pembelajaran dan keceriaan di tengah ketegangan. Meskipun usia kita terpaut 2 tahun di bawahku, bagiku mereka sangat pemberani. Dari mepo di sidoarjo hingga lokasi sangat penuh dengan canda tawa lepas, tanpa ada celah usia,jabatan,golongan atau apapun itu, mereka menerima dengan baik dan ramah mekipun kita tak mengenal sedikitpun. Bahkan saat mereka membelikan ku sepotong roti untuk sarapan sembari kami menunggu transportasi, cara mereka berbagi kepada sesama tanpa pandang bulu menjadi pembelajaran yg berkesan saat itu. Kebersamaan yg ngga pernah pudar dari titik keberangkatan hingga kembali ke mepo tetap terjaga, hal yg sangat sulit ku temukan di setiap perjalanan ku yg lain ini lah yg paling membekas hingga kini. Nyatanya tak semua orang sama seperti apa yg ku pikirkan sebelumnya, semenjak itu berada di lingkungan yg tak mengenali ku adalah suatu tempat paling nyaman. Perjalanan canyoning kali ini ditutup dengan penuh kebahagiaan, lingkaran baru, keikhlasan untuk melepas semua beban, kebersamaan yg solid dari awal hingga akhir. Terima kasih teman-teman sudah berbagi cerita dan membuat bulan Februari ini lebih berarti & berwarna. Terima kasih sudah menemani hingga akhir!
![]() |
| Foto bareng 1 rombongan girls |
![]() |
| Pas berhasil menakhlukan 30 m :'( |
![]() |
| Selfie dulu dibasecamp |
![]() |
| after canyoing & otw pulang |
![]() |
| Selfie di depan alfamart mepo Sidoarjo :D |
![]() |
| Suasana dari atas di pantau team bersertifikat yaa dan pake APD keselamatan lengkap |
Selesai- dan cukup sekian kisahnya ^^































