Jumat, 12 Juni 2026

CANYONEERING

Mojokerto,15 Februari 2026


Haii....

Cerita bulan ini mungkin sangat berantakan dan ngga sesuai dengan tanggal posting ya. Tp gapapa yg penting cerita ini tetap akan ter-dokumentasikan dan ter arsip rapi meskipun dengan konsep  yang amburadul hahaha wajar ya, penulis amatiran. 

Jadi, setelah banyak banget pertimbangan tiba-tiba terlintas tentang masa depan yg aku tak tau akan seperti apa, kuharap setiap tulisan ku ini bisa membantu ku mengingat betapa banyak nya hal indah yg patut ku syukuri dalam hidup ku dan bisa menjadi sebuah rangkaian kenangan yg sempurna. Bahwasanya untuk menjadi diriku di versi yg saat ini, aku melewati banyak pembelajaran hidup dari setiap langkah kaki dan sudut-sudut kota yg pernah ku kunjungi. Merasakan arti sebenarnya kata "hidup", membantu ku menuntun menemukan goals baru dan membentuk visi misi hidup ku yang baru. Dengan dasar itu, terlintas untuk membuat sebuah sebuah konsep baru menulis semua kisah-kisah perjalanan yg pernah ku kunjungi dan semua pembelajaran yg mungkin bisa membantu pembaca cerita ini menemukan arti hidup dari setiap aktivitas apa yg tanpa kita sadari kita lakukan.

Topik kali ini sangat berbeda dari topik lain nya, karena in the first time nya aku mencoba yg benar-benar baru dan mungkin bisa di bilang jadi hobby baru aku di tahun 2026 ini haha. Sangat di luar dugaan, sempat ngga ada sedikitpun terpikirkan masa dulu aku akan men-challage diri ku di ketinggian. Yup, hobby baru itu adalah Canyoneering, sebuah aktivitas sport ekstrem yang menguji adrenalin dengan menuruni tebing air terjun setinggi 30 meter dari permukaan tanah. Untuk melakukan ini memang butuh persiapan mental, fisik yg cukup matang menurutku. Dan saat itu, alasan yg menjadi dasar aku memberanikan diri mengikuti canyoning adalah memaksa diriku untuk keluar dari zona nyaman ku dan mencoba pengalaman baru bercampur dengan perasaan penasaran bagi ku saat itu sangat menarik. Dimana kita harus menuruni tebing hanya dengan tali dan berhadapan langsung dengan derasnya debit air terjun yg jatuh. Bukan hal mudah pikirku saat itu, tapi melihat beberapa postingan seseorang dengan aktivitas yg sama setelah tiba di permukaan ekspresi bebas dan bahagia terasa sangat berbeda. Cukup menarik bukan

Berbicara mengenai persiapan untuk canyoning ku saat itu, kurang lebih aku menghabiskan sekitar 1 bulan untuk persiapan fisik, seperti pemanasan, lari dan juga beberapa kesempatan mengikuti pilates. Persiaapan 1 bulan menurut ku itu terlalu singkat juga sih, haha karena proses kita untuk sampe di puncak air terjun itu juga butuh tenaga yg lumayan dan ditambah lagi ketika menuruni tebing air terjun yg ngga hanya licin berlumut, kita harus berkelahi dengan derasnya debit air yg terjun langsung mengenai muka. Setelah terlibat dan merasakan secara live ternyata itulah letak serunya ikut canyoning. Semua perasaan diuji mental diuji, fisik diuji. Kuncinya ternyata adalah ketenangan yg dibutuhkan saat itu, bagaimana tidak semakin kita panik akan semakin sulit juga kita turun, sedangkan saat itu all in percaya kan semua ke diri sendiri. Meskipun ada orang dibawah yg siap membantu menarik tali untuk keseimbangan tp tetap saja kita harus mawas diri agar terhindar dari hal-hal yg tidak diinginkan. Meletakkan semua tumpuan menjadi pada kekuatan pinggang hingga kaki.

Tak sampai disitu pembelajaran yg peroleh, begitu banyak teman baru dari kota tetangga dan 1 dari beda negara yg sampai saat ini menjadi suatu anugrah bagi ku karena silaturahmi yg tak pernah terputus hingga kini. Mereka juga banyak memberiku banyak insight pembelajaran dan keceriaan di tengah ketegangan. Meskipun usia kita terpaut 2 tahun di bawahku, bagiku mereka sangat pemberani. Dari mepo di sidoarjo hingga lokasi sangat penuh dengan canda tawa lepas, tanpa ada celah usia,jabatan,golongan atau apapun itu, mereka menerima dengan baik dan ramah mekipun kita tak mengenal sedikitpun. Bahkan saat mereka membelikan ku sepotong roti untuk sarapan sembari kami menunggu transportasi, cara mereka berbagi kepada sesama tanpa pandang bulu menjadi pembelajaran yg berkesan saat itu. Kebersamaan yg ngga pernah pudar dari titik keberangkatan hingga kembali ke mepo tetap terjaga, hal yg sangat sulit ku temukan di setiap perjalanan ku yg lain ini lah yg paling membekas hingga kini. Nyatanya tak semua orang sama seperti apa yg ku pikirkan sebelumnya, semenjak itu berada di lingkungan yg tak mengenali ku adalah suatu tempat paling nyaman. Perjalanan canyoning kali ini ditutup dengan penuh kebahagiaan, lingkaran baru, keikhlasan untuk melepas semua beban, kebersamaan yg solid dari awal hingga akhir. Terima kasih teman-teman sudah berbagi cerita dan membuat bulan Februari ini lebih berarti & berwarna.  Terima kasih sudah menemani hingga akhir!





Foto bareng 1 rombongan girls

Pas berhasil menakhlukan 30 m :'(



Selfie dulu dibasecamp

after canyoing & otw pulang














Selfie di depan alfamart mepo Sidoarjo :D


Suasana dari atas di pantau team bersertifikat yaa dan pake APD keselamatan lengkap














Selesai- dan cukup sekian kisahnya ^^



Kamis, 11 Juni 2026

Bukit Keciri atau Premium Hill, Pasuruan

 Haiii...

Selamat malam,

Pasuruan, 10 MEI 2025

Cerita perjalanan pada bab ini kali ini, ada banyak sekali pengalaman dan pembelajaran baru yang aku dapat. Banyak sekali cerita mengenai teman baru, pelajaran hidup, hingga berbagai pengetahuan baru mengenai sejarah nusantara kudapatkan. Perjalanan hikking kali sangat berbeda dari perjalanan lainnya. Perjanan tanpa banyak planning, prepare, dan hanya berbekalkan iman dan niat. Karena pada saat aku memutuskan untuk pergi hikking ke bukit keciri di pasuruan adalah untuk mengisi waktu libur ku yang kosong. Saat itu, Malam hari tgl 3 Mei 2025 aku bergegas memesan seat untuk keberangkatan hikking ke bukit keciri di salah satu Open Trip yang ku kenal. Bersamaan dengan itu aku juga memutuskan untuk melakukan booking alat pendakian yg tidak jauh dari tempat tinggalku, seperti tracking pole, head lamp, dan powerbank

Pada tanggal keberangkatan trip 9 mei 2025 pukul 11:00 malam adalah estimasi dimana kami semua sudah harus berkumpul di meeting point yg sudah di tentukan oleh pihak Open Trip. Kalo di inget mengenai perasaan saat itu penuh dengan perasaan yg bercampur menjadi satu hingga aku sendiri bingung menjelaskan seperti apa perasaan saat itu, ada rasa happy, excited, resah -Karena aku berangkat sendiri pergi kegunung tanpa ada teman yg ku kenal", sedih -dimana aku takut ketinggalan rombongan berhubung aku pulang kerja saat itu sangat malam hingga ada waktu packing barang hanya 1 jam dan harus segera berangkat menuju meeting point. Setibanya di meeting point ternyata tidak seperti yg aku bayangkan sebelumnya, dimana aku tiba di meeting point pukul 11:20 malam rekan dari rombongan OT kali ini ada yg masih belum tiba. Satu per satu setelah beberapa menit perasaan yg membuatku resah, panic attack, sedih mulai hilang. Long short story, waktu pemberangkatan dari meeting point ke lokasi rumah singgah di Desa Ngadirejo, Pasuruan pun berjalan dengan lancar, Alhamdulillah. Perjalanan dari lokasi Mepo hingga Rumah singgah di tempuh selama 2 jam 4 menit. Nah, di waktu ini adalah awal kenangan dan memberiku banyak kesan yg manis di perjalanan yang melelahkan. Dimana, lagi-lagi hal yg kutakutkan akan menjadi perjalanan panjang yg melelahkan nyatanya menjadi perjalanan yang menyenangkan dan penuh kesan. Perlahan aku mulai bertemu dengan teman baru dengan sejuta pengalaman hidup yg indah dan penuh kehangatan, ia bernama vita. Selama perjalanan kami banyak berbincang bertukar cerita, se menyenangkan itu bertemu teman baru dengan sudut pandang nya yg unik. Hingga waktu tak terasa begitu cepat berlalu di setengah perjalanan, kami memutuskan untuk beristirahat di mobil untuk menghemat energy sebelum kita hikking

Setibanya di rumah singgah, kami ishoma dan bersiap untuk hikking. Ada yg melakukan pemanasan, ada yg membeli makanan, masing-masing anggota sibuk dengan persiapannya masing-masing. Selama perjalanan dari rumah singgah hingga kembali aku dan mba vita selalu bersama wkwk kami berjalan beriringan sembari berbincang untuk memecah keheningan subuh hari, mengalihkan pikiran agar tidak terasa lebih berat. Ternyata perjalanan hikking dini hari menuju puncak adalah waktu yg bagus haha ini adalah pengalaman baru ku karena bentuk pijakan yg kami lewati tak terlihat wkwk sehingga membuat hanya fokus pada jalur. Perjalanan dari rumah singgah menuju POS 1 saat itu kami tempuh dg waktu yg lumayan lama 45 menit dengan berjalan santai. Setibanya di pos 1 kami menunggu rekan-rekan lain yg menggunakan ojek lokal untuk menuju pos 1. Setelah semua anggota berkumpul, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Point View Bromo dari sisi yg lain. Dan selama perjalan itu temanku semakin bertambah, ketakutan dan semua rasa yg mengganjal sudah tergantikan dengan perasaan tenang dan hangat bertemu teman-teman baru yg ramah dan sangat humoris. Membuat perjalanan dari POS 1 ke Point View Bromo yang cukup jauh tidak terasa melelahkan, perjalanan itu menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam an dengan berjalan santai. Sepanjang jalan dengan rombongan trip yg sangat menyenangkan ditambah dengan pemandangan yg berlahan menampakan wujudnya, masyaAllah subhanallah ternyata sungguh indah ciptaan tuhan yg benar-benar indah, meningkatkan rasa syukur ku atas segala hal yg sudah ku lewati, menambah rasa nasionalis bangga menjadi bagian dari warga Indonesia yg memiliki segudang keindahan, sumber daya yg melimpah. Selama perjalanan aku selalu berpikir ternyata apa yg ku hadapi selama ini adalah sesuatu hal yg perlu ku syukuri, begitu banyak hal yg pada akhirnya membuka pemikiranku untuk lebih luas lagi memandang suatu hal. Setelah puas berfoto dan membuat dokumentasi video di point view bromo kami bergeser lebih naik menuju savana loreng, yup. Perjalanan kita masih berlanjut, perjalan dari view bromo menuju savana tergolong lebih panjang denga track yg lumayan lah, sepanjang jalan disuguhi pemandangan yg ngga ada habis nya kami berucap syukur. Selain masih di kasih kesempatan bernafas dan menginjakan kaki ke tempat yg indah ini membuat semangat untuk terus bertahan dan terus maju menghadapi apapun yg ada di depan, menjadi goal baru. Wajar sih di bilang nanjak minimal View Maximal

Setelah puas dengan berfoto, mengambil footage video menggunakan drone kami beristirahat sembari berbincang bersama teman-teman baru yang kita temui disana. Banyak cerita menarik dan pengalaman yg seru setelah bertemu mereka dg karater dan sifat yg berbeda. Saat perjalanan pulang kami berpisah membat 2 group ada g lebih dulu turun karena tiba di puncak lebih dulu dan ada yg terakhir untuk turun sembari menunggu rombongan lain. Termasuk aku adalah golongan paling lambat turun haha selain menikmati indahnya savana berwana kuning keemasan di sepanjang mata memandang membuat pikiran dan dada terasa lebih ringan. Beruntungnya teman-teman rombongan ku yg terakhir turun tergolong anak-anak yg asik dan seusia jadi meskipun perjalanan panjang dan sedikit terjal semuaa terasa ringan diselingi dengan candaan dan cerita-cerita sejarah yg tanpa sadar salah satu guide rombangan sangat menyukai sejarah. Dari Puncak hingga menuju rumah singgah hampir semua sejarah nusantara diceritakan haha berasa lagi belajar 4 sks di alam. Tapi menarik, kita banyak bertukar pikiran, meskipun kondisi lelah, berbagi canda tawa, berbagi semangat dengan para pendaki yang baru akan naik maupun akan turun. Ternyata semua perjalanan punya kisah dan pelajarannya masing-masing, dan perjalanan panjang kali ini aku belajar artinya kehangatan, bersyukur, mengikhlaskan, dan menikmati proses. Karena nyatanya gapapa kok berjalan lambat dibanding yg lain karna kita punya goal masing-masing dan kita tau kondisi kita sendiri saat itu seperti apa. Tapi selama kamu sudah melangkah sampai detik ini itu sudah bagus, kamu berhasil melewati semua kesulitan dan ujian dalam hidup tanpa ada rasa menyerah sedikit pun kamu sudah menjadi pahlawan dalam hidupmu. Jadi, tetap semangat yaa banyak orang di luar sana yg ingin ada di posisi mu saat ini, jangan buta akan hal itu. Tetap jalani yg saat ini, hadapi yg di depan, jadikan masa lalu sebagai pembelajaran untuk bertumbuh menjadi lebih baik. Terima kasih MEI dan semua partner yg terlibat di bulan MEI. Kuharap kita bisa bertemu dikesempatan lain waktu dg kondisi yg baik dan sehat. See you di TRIP SELANJUTNYA

Perjalanan menuju Pos 2


point view Bromo


Savana loreng


Pos 1



Puncak Savana Loreng

Melamun di atas permukaan laut

Puncak Potos

full team OT



First time dapet lautan awan bromo hokky bgt masyaAllah


Ini cabe sape dah yg kuat :") pedesnya nembus layar

Makan indomie with view mahal

team OT paling seru

pemandangan hikking waktu sunrise