Jumat, 10 Juli 2020

Maafkan Aku!


MAAFKAN AKU!
Oleh : Ivanescavy

Maafkan aku yang telah diam-diam jatuh hati padamu.
Maafkan aku yang hanya bisa mengagumi dari kejauhan.
Maafkan aku yang hanya bisa membuktikan cinta ku di setiap sujudku.
Maafkan aku yang telah tebiasa menyimpan semua sendiri tanpa memberitahukan perasaanku yang sebenarnya.
Maafkan aku yang lebih memilih pergi, mempertahankan hatiku agar tidak semakin tersakiti.
Maafkan aku! yang hingga kini masih mengawasi mu dari jauh.



Pintaku, hanya satu semoga kamu selalu bahagia dengan dia

Bintang


Bintang
Oleh : Ivanescavy

Mencintai kamu bagiku adalah satu hal mustahil yang pernah terfikirkan olehku. 
Bagaimana mungkin aku mampu menggapai bintang yang letakya jauh tinggi diatas sana dengan tangan kosong.

1 : 1000 aku bisa mendapatkanmu. 
Kecuali aku memiliki sayap untuk terbang atau mungkin aku perlu menjadi seorang astronot untuk lebih dekat dengan mu.

Mustahil!!

Sudahlah pada kenyataannya aku hanya bisa mengagumi dari kejauhan memandang mu bersinar dengan terang menyimpan semua nya keindahaanmu dalam hati dan untaian doaku.

Senin, 06 Juli 2020

Saat Pertama


Saat Pertama
Oleh : Ivanescavy

Hari itu, saat pertama aku bertemu denganmu. Entah apa yang membuat kamu seolah jauh lebih menarik dibandingkan objek-objek disekitar. Meskipun saat itu bertemu dengan mu adalah sebuah tak kesengajaan. Tak kesengajaan lah yang ternyata kini menjadi sebuah sumber kebahagianku dan kekagumanku.

Tak terlintas sedikitpun difikiranku untuk melangkah sejauh ini. Namun ternyata, seiring berjalannya waktu kamu mencoba untuk mengenalku lebih jauh, dan akupun sebaliknya. Kamu menjadi sosok yang mampu memberikan ku kekuatan dan mengembalikan kepercayaan adanya cinta.
Setiap detik ku selalu terbayang senyum mu. You’re everything and everything is you. Membuatku teringat saat-saat menatap indah wajah dan semangat mu di hari itu.

Sinar terik panas matahari, hembusan angin lembut, dan iringan irama deburan ombak menjadi saksi bisu betapa bahagianya aku hari itu. Semakin menguatkan rasa bersyukur ku atas nikmat yang telah tuhan berikan.

Saat itu adalah saat pertama aku berbicara dan memberanikan ku untuk bangkit keluar zona ternyaman hidupku. Memendam rasa egois serta memupuk kembali rasa percaya pada orang lain, tanpa ada rasa curiga.

Namun, ada satu momen aku merasa resah. Apakah dengan membuka hati ku untuk mu adalah salah satu jalan untuk aku bisa kembali bahagia, ataukah justru aku memupuk luka?

Tidak ada yang tau akan seperti apa kita kedepannya, Karena bisa jadi aku telah memupuk benih-benih luka. Biarlah. Meskipun nanti sebuah luka bukan kebahagiaan yang akan ku petik, aku sudah memilih untuk
Membuka hati untuk mu.

Semampir, Oktober 2019