Saat Pertama
Oleh :
Ivanescavy
Hari itu, saat pertama aku
bertemu denganmu. Entah apa yang membuat kamu seolah jauh lebih menarik
dibandingkan objek-objek disekitar. Meskipun saat itu bertemu dengan mu adalah
sebuah tak kesengajaan. Tak kesengajaan lah yang ternyata kini menjadi sebuah
sumber kebahagianku dan kekagumanku.
Tak terlintas sedikitpun
difikiranku untuk melangkah sejauh ini. Namun ternyata, seiring berjalannya
waktu kamu mencoba untuk mengenalku lebih jauh, dan akupun sebaliknya. Kamu
menjadi sosok yang mampu memberikan ku kekuatan dan mengembalikan kepercayaan adanya
cinta.
Setiap detik ku selalu terbayang senyum
mu. You’re
everything and everything is you. Membuatku
teringat saat-saat menatap indah wajah dan semangat mu di hari itu.
Sinar terik panas matahari,
hembusan angin lembut, dan iringan irama deburan ombak menjadi saksi bisu
betapa bahagianya aku hari itu. Semakin menguatkan rasa bersyukur ku atas nikmat
yang telah tuhan berikan.
Saat itu adalah saat pertama aku
berbicara dan memberanikan ku untuk bangkit keluar zona ternyaman hidupku.
Memendam rasa egois serta memupuk kembali rasa percaya pada orang lain, tanpa
ada rasa curiga.
Namun, ada satu momen aku merasa
resah. Apakah dengan membuka hati ku untuk mu adalah salah satu jalan untuk aku
bisa kembali bahagia, ataukah justru aku memupuk luka?
Tidak ada yang tau akan seperti
apa kita kedepannya, Karena bisa jadi aku telah memupuk benih-benih luka. Biarlah.
Meskipun nanti sebuah luka bukan kebahagiaan yang akan ku petik, aku sudah
memilih untuk
Membuka hati untuk mu.
Semampir,
Oktober 2019