Senin, 06 Juli 2020

Saat Pertama


Saat Pertama
Oleh : Ivanescavy

Hari itu, saat pertama aku bertemu denganmu. Entah apa yang membuat kamu seolah jauh lebih menarik dibandingkan objek-objek disekitar. Meskipun saat itu bertemu dengan mu adalah sebuah tak kesengajaan. Tak kesengajaan lah yang ternyata kini menjadi sebuah sumber kebahagianku dan kekagumanku.

Tak terlintas sedikitpun difikiranku untuk melangkah sejauh ini. Namun ternyata, seiring berjalannya waktu kamu mencoba untuk mengenalku lebih jauh, dan akupun sebaliknya. Kamu menjadi sosok yang mampu memberikan ku kekuatan dan mengembalikan kepercayaan adanya cinta.
Setiap detik ku selalu terbayang senyum mu. You’re everything and everything is you. Membuatku teringat saat-saat menatap indah wajah dan semangat mu di hari itu.

Sinar terik panas matahari, hembusan angin lembut, dan iringan irama deburan ombak menjadi saksi bisu betapa bahagianya aku hari itu. Semakin menguatkan rasa bersyukur ku atas nikmat yang telah tuhan berikan.

Saat itu adalah saat pertama aku berbicara dan memberanikan ku untuk bangkit keluar zona ternyaman hidupku. Memendam rasa egois serta memupuk kembali rasa percaya pada orang lain, tanpa ada rasa curiga.

Namun, ada satu momen aku merasa resah. Apakah dengan membuka hati ku untuk mu adalah salah satu jalan untuk aku bisa kembali bahagia, ataukah justru aku memupuk luka?

Tidak ada yang tau akan seperti apa kita kedepannya, Karena bisa jadi aku telah memupuk benih-benih luka. Biarlah. Meskipun nanti sebuah luka bukan kebahagiaan yang akan ku petik, aku sudah memilih untuk
Membuka hati untuk mu.

Semampir, Oktober 2019

0 komentar:

Posting Komentar