Jumat, 13 Maret 2020

Roller Coaster


Roller Coaster
Oleh : Ivanescavy 

Oh it must be nice, oh it must be perfect.

Ketika memilih berhenti melanjutkan langkah, aku semakin ingin memandang langit. Berharap aku juga bisa seperti langit yang dengan percaya diri mau menunjukkan sisi gelap nya pada dunia. Aku berusaha untuk memaksa secara perlahan diriku untuk bangkit, memperlihatkan perlahan kepada semua orang.

Aku tau ini tidak semudah yang terfikir. Namun, aku sangat yakin, I can do it!. Meski selama ini aku selalu mencoba dengan rapi menutupi semua sisi gelap ku, inilah waktu yang tapat untuk mengungkapnya. 

Terlalu banyak cerita untuk sampai pada titik ini, semua naik turun kehidupan telah ku lalui dan Roller Coaster kehidupan sudah ku rasakan. Proses hidup yang terjadi kala itu ku jalani seorang diri tanpa ada yang mendampingi. 

Satu kata yang selalu ada dalam fikiranku kala itu, Lelah.
Itu lah yang ku rasakan. 

Sempat terfikir oleh ku untuk menyerah. Karena bukalah hal yang mudah untuk terus bertahan, pada titik terendah kehidupan. Bertahan di tengah tekanan, hinaan dan cacian dari orang-orang diluar sana terhadap diriku yang jauh dari kata layak menjadi teman mereka. 

Mereka selalu memandangku sebelah mata, menilaiku tanpa mau mengenal diriku dekat. Namun, dengan bodohnya aku menerima dan menyimpannya dalam diam memaksa otakku untuk terus berfikir bagaimana cara membuat mereka mau menerima dan mengenal ku sebagai teman. 

Bersama mereka aku belajar untuk menjadi pribadi yang tangguh. Bersama mereka aku belajar untuk terus bersyukur dengan apa yang ku miliki saat ini. Semua pembelajaran itu seolah menyadakanku itulah proses yang memang tak bisa ku hindari untuk mencapai titik tertinggi kehidupan. 

Mereka hadir bukan untuk semakin menjatuhkanmu, melainkan mereka hadir untuk menuntunmu menuju sebuah puncak tertinggi pencapaian dan menjadikan mu sosok yang kuat di segala situasi



14 Maret 2020
Panakukkang

0 komentar:

Posting Komentar