Lekaslah Pulih, Bumiku!
Oleh : Ivanescavy
Oleh : Ivanescavy
Dear, Bumiku.
Kali ini, izinkan
aku untuk merenungi semua kesalahanku padamu.
Mengingat semua
perbuatan kala itu, ketika tangan-tanganku merusakmu.
Tak berpikir
panjang, yang terlintas di pikiranku hanyalah sebuah keegoisan dan ketamakan. Sama
sekali tak terfikirkan betapa tersiksanya kamu, saat aku dengan paksa merampas
keindahan mu dan menghanghancurkannya tanpa ada sisa.
Namun, Selama
ini kau tetap diam dan berusaha tegar. Hingga kau tak lagi mampu menahan
kemarahanmu.
Siapa sangka,
pada akhirnya aku dapat merakasan kesakitan yang kamu rasakan akibat
perbuatanku. Kini, seolah-olah kamu sedang menunjukkan betapa kecewanya kamu. Seakan-akan
kini kamu sedang menangis, meluapkan semua emosimu agar aku tak lagi egois.
Saat ini aku
disadarkan oleh banyak sekali kenikmatan yang hilang. Dimana, Tuhan
menyadarkanku melalui perantara kamu. Bodohnya, sampai detik ini aku masih lupa
untuk bersyukur. Sedangkan, Tuhan telah menciptakanmu sebegitu sempurnanya agar
kamu dapat menjadi tempat yang nyaman untuk aku tinggali.
Aku tau, semua ini
salahku.
Aku telah mengecewakan
Tuhan karena tidak menepati janjiku sebagai khalifah yang baik, untuk menjaga
dan melindungimu. Maafkan aku, atas perbuatanku kamu pun ikut terkena imbasnya.
Aku tau, mungkin
ini adalah salah satu bukti bentuk kekecewaanmu padaku. Karena pada detik ini
kebebasan untuk mengagumi indahnya pesonamu tak lagi ku miliki. Membuatku untuk
merenungi semua kesalahanku serta belajar untuk menyucap syukur.
Disaat inilah
aku menyadari.
Kini, saatnya
kamu untuk beristirahat dan memulihkan kondisimu.
Segeralah pulih, Kami merindukanmu.
Makassar
29 Maret 2020
0 komentar:
Posting Komentar