Haiii...
Selamat malam,
Pasuruan, 10 MEI 2025
Cerita perjalanan pada bab ini kali ini, ada banyak sekali pengalaman dan pembelajaran baru yang aku dapat. Banyak sekali cerita mengenai teman baru, pelajaran hidup, hingga berbagai pengetahuan baru mengenai sejarah nusantara kudapatkan. Perjalanan hikking kali sangat berbeda dari perjalanan lainnya. Perjanan tanpa banyak planning, prepare, dan hanya berbekalkan iman dan niat. Karena pada saat aku memutuskan untuk pergi hikking ke bukit keciri di pasuruan adalah untuk mengisi waktu libur ku yang kosong. Saat itu, Malam hari tgl 3 Mei 2025 aku bergegas memesan seat untuk keberangkatan hikking ke bukit keciri di salah satu Open Trip yang ku kenal. Bersamaan dengan itu aku juga memutuskan untuk melakukan booking alat pendakian yg tidak jauh dari tempat tinggalku, seperti tracking pole, head lamp, dan powerbank.
Pada tanggal keberangkatan trip 9 mei 2025 pukul 11:00 malam adalah estimasi dimana kami semua sudah harus berkumpul di meeting point yg sudah di tentukan oleh pihak Open Trip. Kalo di inget mengenai perasaan saat itu penuh dengan perasaan yg bercampur menjadi satu hingga aku sendiri bingung menjelaskan seperti apa perasaan saat itu, ada rasa happy, excited, resah -Karena aku berangkat sendiri pergi kegunung tanpa ada teman yg ku kenal", sedih -dimana aku takut ketinggalan rombongan berhubung aku pulang kerja saat itu sangat malam hingga ada waktu packing barang hanya 1 jam dan harus segera berangkat menuju meeting point. Setibanya di meeting point ternyata tidak seperti yg aku bayangkan sebelumnya, dimana aku tiba di meeting point pukul 11:20 malam rekan dari rombongan OT kali ini ada yg masih belum tiba. Satu per satu setelah beberapa menit perasaan yg membuatku resah, panic attack, sedih mulai hilang. Long short story, waktu pemberangkatan dari meeting point ke lokasi rumah singgah di Desa Ngadirejo, Pasuruan pun berjalan dengan lancar, Alhamdulillah. Perjalanan dari lokasi Mepo hingga Rumah singgah di tempuh selama 2 jam 4 menit. Nah, di waktu ini adalah awal kenangan dan memberiku banyak kesan yg manis di perjalanan yang melelahkan. Dimana, lagi-lagi hal yg kutakutkan akan menjadi perjalanan panjang yg melelahkan nyatanya menjadi perjalanan yang menyenangkan dan penuh kesan. Perlahan aku mulai bertemu dengan teman baru dengan sejuta pengalaman hidup yg indah dan penuh kehangatan, ia bernama vita. Selama perjalanan kami banyak berbincang bertukar cerita, se menyenangkan itu bertemu teman baru dengan sudut pandang nya yg unik. Hingga waktu tak terasa begitu cepat berlalu di setengah perjalanan, kami memutuskan untuk beristirahat di mobil untuk menghemat energy sebelum kita hikking.
Setibanya di rumah singgah, kami ishoma dan bersiap untuk hikking. Ada yg melakukan pemanasan, ada yg membeli makanan, masing-masing anggota sibuk dengan persiapannya masing-masing. Selama perjalanan dari rumah singgah hingga kembali aku dan mba vita selalu bersama wkwk kami berjalan beriringan sembari berbincang untuk memecah keheningan subuh hari, mengalihkan pikiran agar tidak terasa lebih berat. Ternyata perjalanan hikking dini hari menuju puncak adalah waktu yg bagus haha ini adalah pengalaman baru ku karena bentuk pijakan yg kami lewati tak terlihat wkwk sehingga membuat hanya fokus pada jalur. Perjalanan dari rumah singgah menuju POS 1 saat itu kami tempuh dg waktu yg lumayan lama 45 menit dengan berjalan santai. Setibanya di pos 1 kami menunggu rekan-rekan lain yg menggunakan ojek lokal untuk menuju pos 1. Setelah semua anggota berkumpul, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Point View Bromo dari sisi yg lain. Dan selama perjalan itu temanku semakin bertambah, ketakutan dan semua rasa yg mengganjal sudah tergantikan dengan perasaan tenang dan hangat bertemu teman-teman baru yg ramah dan sangat humoris. Membuat perjalanan dari POS 1 ke Point View Bromo yang cukup jauh tidak terasa melelahkan, perjalanan itu menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam an dengan berjalan santai. Sepanjang jalan dengan rombongan trip yg sangat menyenangkan ditambah dengan pemandangan yg berlahan menampakan wujudnya, masyaAllah subhanallah ternyata sungguh indah ciptaan tuhan yg benar-benar indah, meningkatkan rasa syukur ku atas segala hal yg sudah ku lewati, menambah rasa nasionalis bangga menjadi bagian dari warga Indonesia yg memiliki segudang keindahan, sumber daya yg melimpah. Selama perjalanan aku selalu berpikir ternyata apa yg ku hadapi selama ini adalah sesuatu hal yg perlu ku syukuri, begitu banyak hal yg pada akhirnya membuka pemikiranku untuk lebih luas lagi memandang suatu hal. Setelah puas berfoto dan membuat dokumentasi video di point view bromo kami bergeser lebih naik menuju savana loreng, yup. Perjalanan kita masih berlanjut, perjalan dari view bromo menuju savana tergolong lebih panjang denga track yg lumayan lah, sepanjang jalan disuguhi pemandangan yg ngga ada habis nya kami berucap syukur. Selain masih di kasih kesempatan bernafas dan menginjakan kaki ke tempat yg indah ini membuat semangat untuk terus bertahan dan terus maju menghadapi apapun yg ada di depan, menjadi goal baru. Wajar sih di bilang nanjak minimal View Maximal
Setelah puas dengan berfoto, mengambil footage video menggunakan drone kami beristirahat sembari berbincang bersama teman-teman baru yang kita temui disana. Banyak cerita menarik dan pengalaman yg seru setelah bertemu mereka dg karater dan sifat yg berbeda. Saat perjalanan pulang kami berpisah membat 2 group ada g lebih dulu turun karena tiba di puncak lebih dulu dan ada yg terakhir untuk turun sembari menunggu rombongan lain. Termasuk aku adalah golongan paling lambat turun haha selain menikmati indahnya savana berwana kuning keemasan di sepanjang mata memandang membuat pikiran dan dada terasa lebih ringan. Beruntungnya teman-teman rombongan ku yg terakhir turun tergolong anak-anak yg asik dan seusia jadi meskipun perjalanan panjang dan sedikit terjal semuaa terasa ringan diselingi dengan candaan dan cerita-cerita sejarah yg tanpa sadar salah satu guide rombangan sangat menyukai sejarah. Dari Puncak hingga menuju rumah singgah hampir semua sejarah nusantara diceritakan haha berasa lagi belajar 4 sks di alam. Tapi menarik, kita banyak bertukar pikiran, meskipun kondisi lelah, berbagi canda tawa, berbagi semangat dengan para pendaki yang baru akan naik maupun akan turun. Ternyata semua perjalanan punya kisah dan pelajarannya masing-masing, dan perjalanan panjang kali ini aku belajar artinya kehangatan, bersyukur, mengikhlaskan, dan menikmati proses. Karena nyatanya gapapa kok berjalan lambat dibanding yg lain karna kita punya goal masing-masing dan kita tau kondisi kita sendiri saat itu seperti apa. Tapi selama kamu sudah melangkah sampai detik ini itu sudah bagus, kamu berhasil melewati semua kesulitan dan ujian dalam hidup tanpa ada rasa menyerah sedikit pun kamu sudah menjadi pahlawan dalam hidupmu. Jadi, tetap semangat yaa banyak orang di luar sana yg ingin ada di posisi mu saat ini, jangan buta akan hal itu. Tetap jalani yg saat ini, hadapi yg di depan, jadikan masa lalu sebagai pembelajaran untuk bertumbuh menjadi lebih baik. Terima kasih MEI dan semua partner yg terlibat di bulan MEI. Kuharap kita bisa bertemu dikesempatan lain waktu dg kondisi yg baik dan sehat. See you di TRIP SELANJUTNYA
 |
| Perjalanan menuju Pos 2 |
 |
| point view Bromo |
 |
| Savana loreng |
 |
| Pos 1 |
 |
| Puncak Savana Loreng |
 |
| Melamun di atas permukaan laut |
 |
| Puncak Potos |
 |
| full team OT |
 |
| First time dapet lautan awan bromo hokky bgt masyaAllah |
 |
| Ini cabe sape dah yg kuat :") pedesnya nembus layar |
 |
| Makan indomie with view mahal |
 |
| team OT paling seru |
 |
| pemandangan hikking waktu sunrise |
0 komentar:
Posting Komentar