BOM WAKTUKU
Bagaimana rasanya ketika semua telah hancur?
Apakah sangat menyakitkan?
Haruskah aku menahannya kembali?
Bolehkah itu terjadi? Lagi...
Tapi bagaimana aku bisa mengumpulkan kepingan kepingan kisah masalalu yang telah hancur dengan sangat rapi ini menjadi kepingan kisah masa depan yang indah?
Bukankah mustahil untuk membuatnya kembali menjadi bentuk sempurna seperti dulu.
Kini rasa sakit yang tak tertahan memenuhi semua tubuhku
Bergerak bangun, memulihkan semuanya cukup tak mampu
Harus kah aku memohon bantuan? Bantuan seperti apa yang bisa menolong kisah hari ini.
Siapa lagi aku harus memohon? Pantaskah aku memperjuangkan sesuatu yang indah di masa depan?.
Apakah masih ada harapan itu?.
Cukup lelah memikirkan nya.
Berpura-pura bodoh, berpura-pura untuk menganggap semua baik-baik saja membuatku cukup menguras semua energiku.
Dalam waktu seperkian detik saja semua harapanku musnah
Perjuangan yang aku lakukan pun cukup sia-sia
Tuhan..
Jika memang masih ada jalan lagi untuk aku mengembalikan semuanya.
Bolehkah aku memilih untuk tidak hadir dalam cerita yang kau buat dimasa depan.
Aku cukup berterima kasih padamu karena sudah mengizinkan aku melihat begitu gilanya dunia ini.
Keajaiban.
Mengenai keajaiban mu, aku percaya akan ada sesuatu yang Indah atas keajaiban mu
Namun boom waktu dalam diriku saat ini mulai tidak tertarik lagi dengan itu
Ku rasa kini semua sudah Indah pada waktu yang tepat.
Terimakasih, begitu banyak kenangan pahit dan perih yang aku rasakan selama ini. Begitu banyak pelajaran yang sudah aku alami, pelajaran kesabaran, keikhlasan, kehidupan.
Kini semua sudah terkumpul menjadi satu kisah yang mungkin tidak akan aku buka kemabali.
0 komentar:
Posting Komentar